Viral Video Polantas Diserang Pemotor di Babel

Video yang menunjukkan seorang personel Ditlantas Polda Bangka Belitung (Babel) dipukul pengendara motor viral di media sosial.

Pemotor itu disebut menyerang polisi karena tidak terima ditegur setelah menerobos lampu merah.

“Kejadiannya tadi pagi, saat beberapa anggota melakukan piket pagi di perempatan Semabung (lampu merah perempatan Gubernur),” jelas Dirlantas Polda Babel Kombes Hindarsono saat dimintai konfirmasi, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat pria bernama Suhardi tidak terima ditegur polisi. Pria itu kemudian menyerang petugas. Suhardi diduga dalam pengaruh minuman keras.

Baca Juga :  Viral Pria di Asahan Sumut Mandi Lumpur Protes Jalan Rusak

“Pelaku ini melakukan pelanggaran menerobos lampu merah. Setelah ditegur petugas, pelaku langsung melakukan penyerangan,” ujar Hindarsono.

Loading...

Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, terlihat ada personel lain yang sempat mengangkat pistol. Pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke kantor polisi.

“Kita tidak gegabah, kita amankan dengan sesuai prosedur, terukur, dan tegas. Lalu kita bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Hindarsono menyebut Suhardi punya riwayat gangguan jiwa. Hal tersebut diketahui setelah polisi memanggil kedua orang tuanya.

Baca Juga :  Video Diduga 'Anak Kecil Terduduk' Ini Viral di Medsos, Bikin Netizen Merinding

“Kedua orang tuanya datang. Setelah dikomunikasikan, pelaku (Suhardi) diduga mengalami gangguan kejiwaan. Karena 10 tahun yang lalu, dari pengakuan orang tua, Suhardi pernah dirawat,” kata Hindarsono.

“Ini memang gangguan kejiwaan. Kita langsung antarkan pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Sungailiat. Sebenarnya kita bisa kenakan pidana tentang undang-undang di KUHP. Namun kita tidak melakukan tindakan tersebut karena, berdasarkan pengakuan orang tua sudah cukup, dan informasi-informasi lain juga menyebut bahwa Pak Suhardi memang mengalami gangguan jiwa,” sambungnya.

Baca Juga :  Video Syifa Kamila Penumpang SJ-182, "Ciri-ciri Cewek Tidak Matre: Tidak Ada Denyut Nadinya"

Dia mengimbau pelaku tidak dibiarkan pergi sendirian karena berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dia juga mengingatkan ada tes psikologi untuk mengurus SIM.

“Bagi yang keluarga-keluarga lain punya saudara gangguan jiwa, mohon jangan dilepaskan. Ke depan, kita di SIM wajib ada tes psikologi,” ucapnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *