Misteri Palasik Pengisap Darah Ternak: Angkat Beban 25 Kg dan Bengkokkan Besi

Saut Simanjuntak (47), warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara harus rela kehilangan 200 ternaknya yang menjadi korban palasik makhluk pengisap darah.

Dia mengisahkan peristiwa ganjil atas kematian ratusan ternaknya itu.

“Sungguh aneh, seekor ternak babi yang memiliki berat sekitar 25 Kg mampu diangkat dari kandang dan saya temukan mati dengan sejumlah luka tusukan di bagian leher dan sayatan memanjang di bagian perut,” kata Saut seperti dikutip dari Antara, Senin (22/6).

Menurutnya, jika pemangsanya tidak memiliki tubuh yang lebih besar dari mangsanya, mustahil ternak babi miliknya mampu dibawa hingga ke tepian sungai yang berjarak puluhan meter.

Loading...

“Hingga saat ini, saya nggak tahu apa yang memangsa babi milik saya. Terdapat sejumlah tusukan, dan cakaran, serta sayatan pada bagian perut. Makhluk itu sepertinya hanya menghisap darah korbannya saja,” ungkapnya.

Di lokasi kejadian, Mangatur Hutasoit, seorang relawan perburuan makhluk penyebab kematian ratusan ternak milik Saut juga berbagi kisahnya.

Menurut Mangatur, makhluk haus darah yang menyebabkan kematian ratusan ternak itu diduga bertubuh besar dan kuat.

“Pemangsanya sepertinya bertubuh kuat. Bahkan jalinan besi dari jejari sepeda motor yang digunakan untuk menjerat makhluk tersebut berhasil dibengkokkan,” terangnya.

Hal tersebut berhasil disimpulkannya saat mereka berniat menjerat si pemangsa dengan memasang jeratan yang menggunakan jejari sepeda motor dan umpan bangkai babi mati yang telah dimangsa sebelumnya.

Mangatur juga mengaku pernah melihat penampakan makhluk haus darah yang memangsa ternak tersebut saat dirinya bertugas ronda setelah kematian ternak babi milik Saut.

“Dari jauh, saya menyaksikan sebuah sosok makhluk berkaki empat dengan tungkai kaki belakang panjang dan tungkai depan lebih pendek terlihat melompat menyeberangi badan sungai dengan lebar belasan meter,” jelasnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari pada Jumat (19/6) dini hari.

Binatang yang dilihatnya dari jauh itu tidak dapat disimpulkan jenisnya, karena hanya terlihat dalam sekejap mata saja.

Sumber: kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *