Kisah Selebgram yang Hobi Buang-buang Uang, Kini Jadi Gembel

Gadis berusia 19 tahun asal Inggris bernama Kaya tidak menyangka hidup sebagai gelandangan.

Kehidupan yang menurutnya sangat menyiksa dan tidak menyenangkan.

Tampil di episode terbaru Rich Kids Go Homeless, Kaya yang berpendidikan tinggi mengaku ingin merasakan sendiri bagaimana hidup susah melalui acara tersebut.

Di awal acara, Kaya menyombongkan dirinya. Baginya, menghamburkan uang adalah hobinya. Dia juga menganggap belanja sepuasnya sebagai bentuk terapi.

Loading...

Punya Kehidupan Mewah

Sebagai anak orang berada, Kaya memiliki gaya hidup yang mewah. Dia punya tas tangan Louis Vuitton seharga 2.000 poundsterling (Rp36 juta).

Dia juga memiliki gelang berlian senilai 700 poundsterling (Rp12,6 juta) di antara barang-barang mewah di lemari pakaiannya.

Kaya tinggal di rumah mewah yang besar dan luas. Dia bahkan punya pengasuh dan peliharaan kuda poni. Belakangan ini, dia pamer gaya hidup yang glamor sebagai model di Instagram.

“Ayah saya adalah seorang pengusaha, dan sebagai anak tunggal pengusaha, saya tinggal di rumah besar dan memiliki kuda poni. Saya pergi ke sekolah swasta, les piano dan mendapatkan apa pun yang saya inginkan,” katanya.

Dikecam Netizen

Sebelum memulai eksperimen sosialnya menjadi gelandangan, Kaya sudah membayangkan kehidupan mereka.

“Saya takut dengan gelandangan. Mereka benar-benar kotor. Mereka menjadi seperti itu karena pilihan hidup mereka. Saya pikir mengemis itu pekerjaan yang sangat rendah,” ujarnya.

loading...

“Saya tidak menghina mereka, tapi dari penilaian pribadi, saya tidak ingin menjadi seperti mereka karena itu memalukan,” kata Kaya.

Baginya, gelandangan tetaplah gelandangan yang merasa nyaman dengan cara hidup mereka. Kata-kata Kaya ini menyulut emosi netizen.

Mereka menganggap gadis tersebut sebagai anak manja yang tak tahu apa-apa tentang kehidupan nyata.

“Manja dan hanya bisa minta uang dari orangtuanya yang kaya,” tulis seorang netizen.

Menangis Saat Mengemis

Namun, setelah menjalani kehidupan sebagai gelandangan selama tiga hari di jalanan London, Kaya menarik kembali semua ucapan dan sikapnya.

Kaya hanya bisa menangis setelah dia harus mengemis untuk makan dan tidak mampu memesan kamar hotel yang paling murah sekali pun.Saat merebahkan diri di atas jalanan, Kaya membayangkan suasana kamar tidurnya yang mewah dan hangat.“Di rumah saya punya tempat tidur empuk berukuran besar. Sedangkan di sini saya tidur di atas lantai keras yang dingin,” katanya.

Takut Tidur di Jalanan

Menurut Kaya itulah saat yang paling rentan yang dirasakannya sepanjang malam.

Dia merasa tidak aman tidur di jalanan.Beruntung Kaya berteman dengan seorang gelandangan bernama Tips.

Dia yang menunjukkan tempat di mana Kaya bisa tidur dengan aman di jalanan.Mereka bahkan sempat bekerja sama dalam mencari uang. Kaya bermain piano sementara Tips menyanyi sambil nge-Rap.

Bisa Menghargai Orang dan Uang

Berkaca pada pengalamannya, Kaya mengaku sekarang dia merasa seperti orang yang sama sekali berbeda.“Saya merasa bukan bagian dari masyarakat. Ternyata sangat sulit (hidup) di sini, kesepian.

“Saya benar-benar salah paham tentang gelandangan. Saya tidak pernah ingin berada di posisi ini lagi.“Saya bisa berempati sekarang. Saya sangat menghargai apa yang saya miliki sekarang,” kata Kaya.

Sumber: dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *